Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang bekerjasama dengan Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN) Malaysia sukses menyelenggarakan hajat besar Festival pantun Pantun Pendidikan Negeri Serumpun 2021 dengan tema: “Berpantun Kita Berbudaya, Berbudaya Kita Bersaudara.”

Kegiatan seni dan budaya ini berlangsung secara online melalui aplikasi dan zoom selama 3 bulan, yakni dari bulan Juli-September 2021. Rangkaian kegiatan dalam festival ini, terdiri dari empat kegiatan utama, yakni: Pertama, Seminar Internasional dengan 5 orang pemateri dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Kedua: Lomba cerdas cermat pantun untuk guru dan siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Ketiga: Lomba kreasi lagu berpantun untuk guru dan siswa. Keempat: Pentas Apresiasi Seni Budaya Festival Pantun Pendidikan.

Antusias guru dan siswa terhadap kegiatan ini sangat tinggi sekali. Total jumlah peserta dari guru dan siswa untuk kategori cerdas cermat pantun adalah: 117 orang guru, 243 siswa SMA, 154 siswa SMP, dan 386 siswa SD. Untuk 6 orang pemenang di setiap kategori mendapat piala, sertifikat, dan uang tunai.

Kegiatan ini terlaksana dengan baik atas dukungan berbagai pihak, seperti KBRI Kuala Lumpur,, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM), dan Kementerian Kesenian dan Pelancongan Malaysia (MOTAC), dan Kementerian Pendidikan RI.

Duta besar menyambut baik dan mendukung sepenuhnya ide kreatif mendesain kegiatan besar yang melibatkan guru dan siswa di empat negara tersebut walaupun dalam situasi pandemi Covid-19. Turut hadir pada kesempatan peresmian festival, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Mokhammad Farid Maruf, Ph.D dan Koordinator Fungsi Pensosbud Minister Counsellor Yoshi Iskandar.

“Saya sangat mengapresiasi Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang giat menjalin kerjasama dengan menyelenggarakan festival pantun pendidikan negeri serumpun yang mendapat sambutan positif dari guru dan siswa, terutamanya dari Indonesia dan Malaysia,” papar Duta Besar.

Dalam sambutan Duta Besar, ditekankan dua hal sebagai capaian dari festival ini, yakni pantun sebagai living heritage atau pantun sebagai warisan yang terus hidup di tengah masyarakat. Demikian juga dengan ini dapat mempererat hubungan antar masyarakat di negeri serumpun, sehingga kedepan generasi penerus dapat dilestarikan.

Festival pantun pendidikan yang pertama kali diselenggarakan setelah pantun resmi diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia bukan benda milik Indonesia-Malaysia ini didukung oleh KBRI Kuala Lumpur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Pendidikan Malaysia (KPM), dan Kementerian Kesenian dan Pelancongan Malaysia (MOTAC).

Festival ini menjadi sangat spesial, karena menteri dan kepala daerah turut menyampaikan dukungan dan ucapan selamat kepada SIKL melalui video berpantun. Dalam acara peresmian, turut ditayangkan video berpantun Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansyah, dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek Hilmar Farid dan Direktur JKKN Malaysia YBrs. Tn. Hj. Mesran bin Mohd Yusof. Kedua pejabat penting Indonesia dan Malaysia ini menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya acara yang mendukung pengakuan UNESCO terhadap budaya Pantun.

Berdasarkan data panitia festival, total peserta yang mendaftar untuk semua kategori adalah 1,741 orang. Pada saat peresmian dan Seminar Internasional, disaksikan oleh sedikitnya 2,124 orang perserta melalui Zoom dan live streeming lewat SIKL Channel TV.

Untuk mendukungan kelancaran acara pertandingan, turut dilantik 4 orang pakar lagu sebagai juri pertandingan kreasi lagu berpantun, dan 24 orang juri dari Indonesia dan Malaysia untuk menjadi juri cerdas cermat guru dan siswa.

Selama berlangsungnya kegiatan festival, telah terkumpul sebanyak 89 video kreasi lagu berpantun kategori pelajar dan 27 video kreasi lagu berpantun kategori guru. Makala jumlah pantun yang berhasil terkumpul adalah 11914 pantun.Panitia berencana untuk membukukan pantun-pantun tersebut. (THS).

administratorSekolah Indonesia di Malaysia
Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang bekerjasama dengan Jabatan Kebudayaan dan Kesenian Negara (JKKN) Malaysia sukses menyelenggarakan hajat besar Festival pantun Pantun Pendidikan Negeri Serumpun 2021 dengan tema: “Berpantun Kita Berbudaya, Berbudaya Kita Bersaudara.” Kegiatan seni dan budaya ini berlangsung secara online melalui aplikasi dan zoom selama 3 bulan, yakni dari...