Port Dickson, 5-7 November 2021

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur telah menyelenggarakan Workshop Pelayanan Pendidikan Anak Indonesia di Malaysia dan Pengelolaan Keuangan untuk mengkonsepkan SOP dan mekanisme layanan pendidikan bagi anak Indonesia di Malaysia, khususnya di Semenanjung Malaysia.

Acara dihadiri oleh Duta Besar, Atdikbud, Kepsek SIKL, Kepsek SIKK, Pensosbud KJRI Penang, Pensosbud KJRI Johor Bahru, Ormas AOMI, Ikatan Alumni ITB di Malaysia, Koordinator Penghubung (KP) CLC, pengelola PKBM dan Sanggar Bimbingan di Semenanjung Malaysia.

Selain menyusun pola layanan akses pendidikan, juga diadakan sharing bersama para KP-CLC dan juga para guru-guru CLC Sabah Sarawak baik secara langsung maupun via zoom meeting. Hal ini untuk saling menyemangati dan berbagi pengalaman selama aktif mengajar anak Indonesia di ladang kelapa sawit.โ€œ Yang terpenting dari workshop ini adalah untuk meluruskan kerangka berpikir bahwa anak-anak PMI harus mendapat akses Pendidikan, bukan sekadar mendapatkan ijazahโ€ ungkap Bapak Mokhammad Farid Maruf, Atdikbud KBRI Kuala Lumpur.

“Kita harus sadari bahwa masalah pendidikan menjadi sangat penting. Karena hal ini menyangkut masa depan bangsa. Jika anak-anak tidak dapat pendidikan saat ini, maka mereka akan menghadapi kebodohan struktural.,” tegas Bapak Hermono Dubes RI. Semua pihak berkewajiban memutuskan mata rantai kebodohan di kalangan anak-anak PMI. Untuk itu, perlu layanan pendidikan bagi anak PMI tanpa harus melihat status keimigrasian (legal/ilegal). Apabila tidak ditangani dengan baik, maka akan terjadi pembodohan struktural, sehingga situasi ini akan berlarut sepanjang masa dan kondisi anak PMI bisa semakin dekat dengan kemiskinan dan juga permasalahan sosial lainnya.

Oleh sebab itu KBRI c.q. Atdikbud KBRI Kuala Lumpur berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia, khususnya di wilayah semenanjung dengan mendirikan Sanggar Bimbingan dan Indonesian Community Centre bekerjasama dengan organisasi masyarakat, seperti PCI NU Malaysia, IKABA-IMABA, Forkommi, PCI Muhammadiyah Malaysia, Permai Penang, Permai Pahang, AOMI, Indonesian Brain Gain (IBG), Ikatan Alumni ITB, dll.

Semua pihak harus konsisten karena merupakan kerja besar yang tidak bisa beres dalam waktu yang singkat. Dengan anggaran yang terbatas agar dapat dimanfaatkan untuk membantu akses layanan pendidikan anak PMI.

Semoga kedepannya akan semakin bertambah anak-anak Indonesia di Malaysia yang mendapatkan layanan pendidikan.

administratorKegiatan Atase Pendidikan
Port Dickson, 5-7 November 2021 Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur telah menyelenggarakan Workshop Pelayanan Pendidikan Anak Indonesia di Malaysia dan Pengelolaan Keuangan untuk mengkonsepkan SOP dan mekanisme layanan pendidikan bagi anak Indonesia di Malaysia, khususnya di Semenanjung Malaysia. Acara dihadiri oleh Duta Besar, Atdikbud, Kepsek SIKL, Kepsek SIKK, Pensosbud...